HALAL BIHALAL KELUARGA BESAR UPT BAHASA UNSIQ

Keluarga besar UPT Bahasa UNSIQ bersama Tutor Matrikulasi Bahasa Asing beserta tamu undangan lainnya menghadiri acara Halal Bi Halal Idul Fitri 1445 H dan yang digelar di ruang Lingua Francafe: UPT Bahasa UNSIQ pada hari Senin tanggal 29 April 2024. Acara tersebut juga dihadiri oleh seluruh dosen bahasa asing dan pimpinan Universitas

Acara dimulai sekitar pukul 08:30 WIB diawali dengan pebacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bp. Ali Muktafi, M.Si Dosen PAI UNSIQ kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala UPT Bahasa UNSIQ Chairani Astina, M.Pd. pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa acara Halal Bi Halal adalah salah satu bentuk merekatkan hubungan kekeluargaan UPT Bahasa UNSIQ. Halah Bihalal tahun ini mengusung Tema “Sebarkan maaf, kuatkan silaturahmi, dan sucikan hati untuk meraih kemenangan Idul Fitri”. Selain itu Kepala UPT Bahasa UNSIQ menyampaikan terimakasih kepada semua tamu undangan yang telah menyempatkan hadir pada acara Halal Bi Halal yang bertempat di Lingua Francafe.

Bp. KH. Hafidz dalam sambutannya juga menyampaikan terkait kebaikan diadakannya acara halal bihalal dan memberikan dukungannya pada UPT Bahasa UNSIQ untuk bisa lebih maju lagi dengan mengadakan event kebahasaan.

Setelah itu, acara dilanjutkan ceramah agama oleh Gus Soffan, Alh., M.Pd, yang bertemakan “Bersyukur dan Mensyukuri”. Beliau menyampaiakan bahwa Imam Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumudhin pernah menyebutkan, syukur itu tersusun dari tiga hal, yaitu ilmu, hal (keadaan), dan amal (perbuatan). Ilmunya ialah dengan menyadari bahwa kenikmatan yang diterimanya itu semata-mata dari Allah SWT. Keadaannya adalah menyatakan kegembiraan karena memperoleh kenikmatan. Amalnya adalah menunaikan sesuatu yang sudah pasti menjadi tujuan serta yang dicintai oleh Allah SWT yang memberi kenikmatan itu untuk dilaksanakan.

Syukur dalam bentuk amal berkaitan dengan amalan hati, anggota badan, dan lisan. Kaitannya dengan hati adalah sengaja berbuat kebajikan dan merahasiakanya kepada seluruh makhluk. Hubungannya dengan lisan adalah mengucapkan pujian, hamdalah, yakni mengucapkan “Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah). Kaitannya dengan anggota badan adalah mempergunaan kenikmatan itu untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT, tidak mempergunakannya untuk berbuat maksiat.

Dengan demikian, nikmat harta disyukuri dengan menggunakan harta itu untuk kebaikan semata, sesuai dengan perintah Allah SWT, yakni untuk nafkah diri, keluarga, kerabat, dan kaum dhuafa dengan tetap mengeluarkan zakat, infak, dan sedekahnya. Termasuk syukur terhadap nikmat harta adalah mempersembahkan harta itu untuk jihad di jalan Allah atau menegakkan syi’ar Islam.

Acara tersebut berakhir dengan ditutup do’a bersama yang dipimpin oleh Bp. Ashief El Qorny, M.Hum lalu dilanjutkan dengan saling meminta maaf dan ramah tamah serta bersama-sama menikmati sajian yang sudah disediakan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *